Tingkatan orang berilmu penting dipelajari agar tidak terjebak dalam tingkatan pertama. Berikut adalah 3 tingkatan orang berilmu menurut Umar bin khattab.

Tingkatan orang berilmu menjadi sesuatu yang penting untuk dipelajari karena konsepnya yang sangat mulia. Banyak hadits yang menyebut jika kehadiran orang berilmu bagaikan cahaya, sehingga bumi akan gelap tanpa adanya orang yang berilmu.

Kehadiran orang yang berilmu akan menjadikan bumi menjadi surga dengan panduan-panduan ilmu dari orang tersebut. Maka tidak heran, jika Nabi Muhammad saw serta para sahabatnya sangat mengagungkan orang mencari ilmu, bahkan sampai derajat orang berilmu dinaikkan ke tingkat yang paling tinggi.

Sebelum lebih jauh membahas orang yang berilmu, ada baiknya kita mempelajari 3 tingkatan orang berilmu menurut Sahabat Umar bin Khattab. 3 tingkatan orang berilmu menurut Umar bin Khattab ini bisa kita jadikan sebagai refleksi untuk bersama-sama memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dengan ilmu yang kita miliki.

3 Tingkatan Orang Berilmu Menurut Umar bin Khattab

Orang yang berilmu mempunyai derajat tinggi di sisi Allah swt. Akan tetapi, menurut Umar bin Khattab, ada beberapa tingkatan orang yang berilmu. Satu tingkatan akan berbeda dengan tingkatan yang lainnya dan akan menentukan kualitas dari orang yang berilmu itu sendiri.

  • Tahap Pertama

Tahap pertama yang biasanya dilalui oleh seorang yang berilmu adalah merasa dirinya yang paling sempurna. Merasa dirinya sebagai orang yang paling baik, sehingga tidak ada lagi orang yang paling baik selain dirinya.

Tingkatan pertama ini, menjadikan seseorang menjadi sombong dan tidak peduli kepada orang lain. Yang dia pedulikan hanyalah dirinya sendiri yang memiliki tingkat keilmuan yang matang. Sedangkan orang lain yang memiliki tingkat keilmuan yang relatif rendah, bagi dirinya termasuk sampah.

Maka apabila seseorang berada dalam tahap pertama ini, sudah seharusnya dia menyadari bahwa dirinya bukan satu-satunya orang yang mempunyai ilmu yang tinggi. Ada banyak manusia yang mempunyai ilmu tinggi, bahkan melebihi dirinya.

Selain itu, seseorang yang mungkin memiliki tingkat keilmuan yang lebih rendah daripada dirinya bukanlah seseorang yang rendahan. Bisa jadi orang tersebut menyembunyikan keilmuannya ataupun secara langsung diangkat oleh Allah swt sebagai seseorang yang spesial di sisinya. Oleh karena itu, jangan sampai meremehkan orang lain dan segera berpindah dari tahap pertama ini.

  • Tahap Kedua

Tingkatan orang beradab yang kedua adalah seseorang mulai menyadari jika ilmu yang telah dia dapatkan, ternyata ada campur tangan dari Allah swt. Dia tidak bisa meraih ilmu tersebut tanpa bantuan dari Allah. Sehingga dia mulai merendah dan tidak lagi mengaku sebagai orang paling hebat.

Pada tahap ini, dirinya melihat bahwa ada kekuatan lain yang sengaja membantunya untuk mendapatkan semuanya. Dan campur tangan Allah swt terus membuat dirinya maju dan memberikan keberhasilan untuk setiap usaha mencari ilmunya.

Pada akhirnya dia tidak akan memandang orang lain sebagai orang lemah dan lebih rendah daripada dirinya. Dia akan menjadi orang yang menghargai setiap orang dan berusaha bermanfaat dengan ilmunya.

  • Tahap Ketiga

Tahap ketiga seseorang akan sangat berterimakasih kepada Allah swt atas apa yang dia dapatkan selama ini. Dirinya menjadi lebih semangat mencari ilmu, belajar dari satu guru ke guru lainnya, dan mendapatkan banyak ilmu dalam waktu yang singkat.

Dan pada tahap ini, dirinya juga mulai mengerti tentang tanggung jawab orang beradab, yaitu mengamalkannya. Maka dirinya mulai membentuk lingkaran dakwah untuk mengamalkan ilmunya.

Kesimpulan

Itulah 3 tingkatan orang berilmu menurut Umar bin Khattab. Ketiganya akan kamu lewati saat mulai mencari ilmu. Dan kamu akan menemukan kebahagiaan saat sampai di tahap ketiga.

akneladmin http://aknela.ac.id

Nama saya gerrad wijaya, dalam kesempatan ini, saya ingin mengembangkan blog terbaru saya dengan banyak mengulas mengenai berita terupdate , tentang kesehatan, info bisnis, dan lain sebagainya. Tentu ini akan membantu memberikan wawasan lebih mendalam bagi pembaca. Terima kasih.

You May Also Like

More From Author